Selasa, 22 Juli 2025

"Kau Pergi, Aku Tetap Di Sini"

 

Kau pernah datang seperti pagi,
membawa hangat, mengusir sepi.
Dengan senyummu, dunia serasa berhenti,
dan aku,
dengan bodohnya, percaya kau akan tinggal selamanya di sini.

Namun kini,
yang tinggal hanyalah bayang dan nama,
yang kusebut perlahan dalam doa dan diam,
karena kau,
telah memilih langit untuk pulang.

Aku masih berjalan di jalan yang sama,
tempat kita pernah menyusun mimpi dari tawa.
Kini, hanya aku—
menyusun reruntuhannya sendiri,
dengan tangan gemetar dan mata yang tak lagi mampu menangis.

Kau tahu?
Tak ada hari tanpa kau kusebut.
Bahkan saat semua orang menyuruhku untuk ikhlas,
aku masih diam-diam menyapa angin,
berharap ia membawa salam rinduku ke tempatmu berada.

Kau pergi,
dan cinta ini tak ikut mati.
Ia tetap tumbuh, meski tak lagi ada yang disirami.
Tetap menunggu, meski tak tahu akan untuk siapa.

Kelak, jika waktu mempertemukan kita lagi…
di ujung langit, di batas hidup yang baru—
biarkan aku menjadi rumah yang kau datangi tanpa ragu.
Sampai saat itu,
aku tetap di sini.
Menjagamu dalam ingatan.
Mencintaimu dalam senyap yang abadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar