Entah dari mana yang membawa rasa sepi ku
langit yang telah usai teteskan hujan,
kini telah berganti membawa kehangatan sore.
dari sang gadis yang selalu dingin
pada hari ini rasanya begitu hangat
Wajahnya berseri, namun matanya mengisahkan derita yang tak terucap
Dalam lara yang dalam, tawa menjadi satu-satunya nyala,
rapuh, tapi cukup untuk bertahan
hatimu memang sudah jauh tak bisa dilampaui
rahasia yang selalu ku ceritakan pada bintang-bintang
kini mulai membuka cahayanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar