Selasa, 22 Juli 2025

Angin yang bertiup antara aku dan dirimu

 Entah dari mana yang membawa rasa sepi ku
langit yang telah usai teteskan hujan,
kini telah berganti membawa kehangatan sore.


dari sang gadis yang selalu dingin
pada hari ini rasanya begitu hangat
Wajahnya berseri, namun matanya mengisahkan derita yang tak terucap

Dalam lara yang dalam, tawa menjadi satu-satunya nyala,
rapuh, tapi cukup untuk bertahan
hatimu memang sudah jauh tak bisa dilampaui
rahasia yang selalu ku ceritakan pada bintang-bintang 

kini mulai membuka cahayanya 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar