Kepadamu yang kupeluk namanya dalam sunyi, tanpa suara
ku ucapkan "sampai jumpa" pada terakhir kita bertemu
meski tak biasa, mungkin sesekali tak apa
sekejap lagi saja, biarkan aku disamping mu
mendengarkan tangis yang menggema hingga langit pun murung
kubiarkan jarak jadi bahasa, saat lidah tak sanggup berkata
Kepadamu, yang tak pernah kusapa, meski setiap detik ingin kutemui dalam kata
Telah kupahami, tawa bisa tumbuh di tanah duka, dan tangis bisa mekar di taman bahagia.
mungkin hatimu memang sudah jauh melampaui segalanya
Garsel,2023
Tidak ada komentar:
Posting Komentar