Senin, 11 Agustus 2025

Lelaki yang Diam

 

Aku mencintaimu...
namun hanya lewat tatap yang tak pernah kau sadari.
Lewat senyum yang kutahan,
dan doa-doa yang tak pernah kau tahu namanya siapa.

Setiap kali kau lewat,
jantungku berlari lebih dulu dari langkahku.
Tapi lidahku selalu gugup,
seakan kata “aku suka padamu”
adalah mantra terlarang di hadapanmu.

Aku adalah lelaki yang diam.
Yang menyimpan cinta dalam detak,
bukan dalam ucapan.
Yang memilih memeluk bayanganmu,
karena terlalu takut kehilangan nyata dirimu.

Dan waktu pun berjalan…
kau jatuh cinta tapi bukan padaku.
Kau tertawa bahagia dalam pelukan orang lain,
sementara aku… masih di tempat yang sama,
mencintaimu dalam diam yang sama.

Kini segalanya telah terlambat.
Kau bahagia, dan aku tak pernah menjadi bagian dari kisah itu.
Satu-satunya warisan dari perasaanku hanyalah penyesalan,
dan sebaris puisi yang tak sempat kuberikan padamu.

Aku lelaki yang diam.
Yang pernah mencintaimu sedalam laut,
setenang langit…
namun tak pernah cukup berani untuk menyelam ke hatimu.


terinspirasi dari cerita sahabat 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar