Rabu, 30 Oktober 2019
Aku harap bisa bersamamu
Musim panas disini panas, tapi dibandingkan dengan disana , disini lebih nyaman. Tapi ketika di pikirkan hal itu, rasanya aku seperti di kelembapan panas disana. Aspal terlihat seperti mencair karena panas, gedung tinggi pun terlihat seperti kabut panas. Rasanya sangat dingin AC di toko dan dalam ruangan mesin ATM.
Terakhir kali kita bertemu adalah saat kelulusan sekolah...
Apakah kau masih mengingat ku ?
Tanpa disadari , ujung musim panas sudah datang. Udara sejuk dan pemandangan disini sangat indah. Satu tahun lalu aku mulai memanjangkan rambut ku, mungkin kau akan sulit mengenaliku jika kita bertemu.Engkau mungkinsedikit sedikit berubah, seperti aku .
Walaupun kita sudah terbiasa dengan jarak dan tidak bisa di tempuh dengan hanya berjalan, itu...membuat... ku sedikit kesepian. Aku berharap kau sehat selalu...
Untuk mu yang jauh disana
Aku sangat senang dan menunggu janji kita satu tahun yang lalu.
Ini membuat ku gugup, di dekat rumah ku ada sebuah pohon besar, mungkin sebentar lagi ia akan berbuah. Aku harap engkau bisa bersama ku disini menikmati hijaunya kebun teh luasnya mencapai sekitar 100 hektar lebih di bawah kaki gunung Tangkuban perahu .
Aku sangat senang kau akan datang kesini tapi karena jauh, jadi hati hati ya...
Seperti pada janji aku akan menunggumu di pintu keluar stasiun Bandung.
Pada hari pertemuanku dengannya hujan turun lebat sekali, aku jadi teringat tentang semasa kita dulu berlarian saling mengejar karena candaan yang berlebihan, saking dekatnya aku dengan mu teman teman sampai memojokan kita berdua. Tapi entah mengapa aku tidak merasa takut tentang perasaan kami. Ini pertama kalinya aku menaiki kereta sendirian di tengah lebatnya hujan. Aku akan sampai di tujuan pada pukul 13.37 WIB. Karena aku akan bertemu dengan mu aku merasa sedikit gugup.
14.00 WIB
Karena ada sesuatu kejadian di setiap setasiun kereta di delay sangat lama. Di depan jendela kulihat orang orang hilir mudik keluar masuk kereta ,ada yang gembira ,sedih,tertawa,bingung,dan masih banyak lainnya. Waktu seperti berjalan sangat lambat. Semua itu membuatku tampak kecil di dalam hatiku. Aku cemas karena waktu bertemu kita akan terlewati karena sebuah kejadian.
Hari itu, ketika dia meneleponku . Perasaannya lebih cemas daripada ini. Aku sangat malu karena tidak bisa memberikan dukungan apapun. Setengah tahun yang lalu aku mendapatkan telepon darinya. Aku masih ingat semua yang ia katakan dari A-Z nya. Soal janji saat ini yang akan ku tepati. Berbicara langsung dan mendengar darinya. Kereta akan dilanjutkan kembali mohon kepada pengguna jasa kereta api segera duduk.....
14.00 WIB
sudah 23 menit yang lalu aku melewati waktu perjanjian itu. Aku mulai sangat cemas berpikir apakah dia masih menunggu ku ? Aku tidak berani menghubungi nya karena gugup . Senja sudah menunjukkan warnanya dari ujung hamparan sawah. Para pengguna jasa kereta api sebentar lagi akan tiba di stasiun Bandung di mohon untuk segera bersiap-siap .
Setelah melaksanakan shalat dzuhur aku berangkat dari rumah mengendarai sepeda motor, melewati ledeng-setiabudi-rumah mode- Cihampelas-wastu kencana- pabrik obat- dan tiba di stasiun. Hari itu masih mendung memparkirkan motor dan menunggu di ruang tunggu , aku sedikit gugup karena akan bertemu dengannya tapi gugup itu ku lewati dengan ngopi di dekat pedagang batagor .
13.37 WIB
Aku menunggu di depan pintu keluar, setelah 7 menit berlalu kereta tak kunjung datang ,30 menit berlalu kereta tak kunjung datang pula , hati ini cemas akan dirinya. Saat ku akan meneleponnya ternyata Hp ku tertinggal di rumah . Hati ini semakin cemas dan raga ini hanya tidak ingin diam. Saat ku bertanya tanya pada petugas yang sedang istirahat ternyata ada sebuah kecelakaan kereta ,yang menunda kereta menuju bandung sekitar 50-75 menit ucapnya petugas itu. Kareta ada kejadian itu aku menunggu kembali dekat pintu keluar .
Seorang wanita berjalan dengan membawa ransel , rambutnya sebahu, memakai kacamata bulat ,dengan gaya casual berwarna coklat muda . Berseling dengan banyak orang ,tanya ku "ini pasti dia" . Kebingungan seperti sedang mencari seseorang .
"Rennee" teriak ku .
Dia menoleh dan kebingungan melihat siapa aku " Backri" sambil menunjuk heran.
Rennee memeluk sambil berkata " kamu beda banget dari terakhir kita bertemu".
" Kamu juga rennee, lebih anggun ,sekarang pake kacamata, tadi backri hampir sulit mengenali mu ren ".
" Kamu udah lama nunggu ya !!! Maaf tadi ada kecelakaan kereta. Jadi harus di pending beberapa menit ".
" Tadi backri sempet cemas , kirain kereta rennee yang kecelakaan. Nanya ke petugas nya ternyata bukan, dan petugasnya ngasih info kalo kereta yang menuju stasiun bandung akan terlambat beberapa saat. Maap engga ngabarin rennee Hp nya ke tinggalan di rumahh uyy...".
" Iya engga apa apa . Rennee percaya kok backri pasti nungguin. Backri udah makan ?".
" Hehehe belum rennee, tadi bangun tidurnya bada dzuhur hehehe.... Takut telat ngejemputnya ". Jawab ku sambil tersenyum
" Tapi mandi dulu kan ? Biasanya dulu kamu jarang mandi, backri mau makan dulu ? Aku bawa bekel dari rumah tadi engga ke makan waktu di kereta "
" Ya mandi dulu atuh !!!, Nanti rennee belum laper hehehe".
"Yaudah nanti aja , sekarang mau kemana?"
" Kerumah backri dulu deh ngambil dulu kamera sama Hp".
" Boleh boleh sekalian rennee silaturahmi sama mamah kamu , mamah kamu sehat ? Gimana adik kamu udah kelas berapa sekarang ?".
"Iya sehat selalu, adik backri mau naik ke kelas 4 sd" sambil berjalan ke tempat parkiran motor.
Kumandang adzan ashar telah menggema, langit biru kini mulai menguning.
Sekitar jalan asia afrika menuju alun alun bandung.
"Rennee,backri ada yang lupa !!!".
"Apa ?dimana ? Di stasiun tadi ?".
" Lupa ngucapin selamat datang di Kota Kembang (Bandung), Bumi pasundan yang terlahir ketika Tuhan tersenyum heuheu... ".
"Ihhh kirain apa!!! Bikin kaget aja " . Sambil mencubit .
Sukawana hamparan luas kebun Teh, senja mulai memperlihatkan keindahannya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar